Kedai BAKSO SABILI

Kedai BAKSO SABILI
Jl. Ciwastra 187 Buah Batu Bandung

CCTV Mulai Tergeser oleh IP Camera



Walau sekarang masih banyak orang yang menggunakan CCTV (Closed-circuit Televison) sebagai pemantau ruangan dalam toko, swalayan atau mall, namun kayaknya akan segera tergeser oleh teknologi baru yakni IP Camera. CCTV terbilang sebagai teknologi camera yang sudah udzur atau sudah waktunya untuk pensiun. Terus bagaimana cara kerja dan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh teknologi penganti CCTV ini? Simak dan baca artikel ini untuk info lebih lanjutnya.

Jika ditugasi memilih perangkat pemantau ruangan dan diberi 3 pilihan antara CCTV, Web Camera (Webcam), dan IP Camera (Internet camera), mana yang kira-kira Anda pilih? Bila pertimbangannya adalah biaya, bisa jadi CCTV merupakan pilihan utama. Ya, piranti satu ini memang paling populer karena dari sisi investasi membutuhkan biaya yang relatif rendah. Betapa tidak, CCTV hanya membutuhkan kabel dan pesawat televisi biasa untuk bisa beroperasi. Mungkin tambahan perekam video, jika pengguna ingin menyimpan situasi ruang yang ingin diawasi.

Tetapi lain ceritanya jika yang dibicarakan adalah masalah investasi jangka panjang, keandalan, dan fleksibilitas. Ketiganya hampir tidak dimiliki oleh perangkat CCTV standar, tetapi merupakan kelebihan yang dimiliki Webcam dan IP Camera. Masalahnya, apakah mungkin sebuah Webcam digunakan di ruang terbuka sebagai perangkat pengawas yang harus beroperasi 24 jam?

Nah, jika sudah begitu, pilihan terakhir tentu saja jatuh ke IP Camera.Investasi awal di sisi biaya memang lebih tinggi dibanding CCTV atau Webcam. Tetapi jika yang dicari investasi jangka panjang serta teknologi yang bisa digunakan sampai 10 tahun ke depan, maka IP Camera adalah jawabannya.

Supaya Anda bisa ikut merasakan kehebatan IP Camera, di artikel ini kami tunjukkan bagaimana IP Camera bisa digunakan untuk memantau aktivitas melalui perangkat mobile semisal ponsel atau PDA lewat jaringan 3G atau 3,5G. Selain itu, dengan IP Camera, Anda tidak hanya bisa sekadar memantau ruang atau wilayah, tetapi bisa juga membuat “stasiun” televisi live yang bisa dilihat oleh keluarga atau kerabat di seluruh belahan dunia.

Memfungsikan IP Camera Sebagai Remote Surveillance

Sesuai fungsinya, IP Camera memang seharusnya digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap area atau ruang tertentu. Meskipun demikian, bukan berarti Anda harus selalu berada di tempat yang sama ketika sedang memantau. Beberapa IP camera sudah dibekali fitur khusus yang memungkinkan penggunanya melihat tampilan video tidak lagi di PC melainkan di perangkat mobile seperti ponsel, smartphone, atau PDA.

Nah, kami akan menunjukkan bagaimana membuat sendiri sistem remote surveillance dari kamera IP. Sebagai contoh, kami mengunakan kamera D-Link DCS-3420 yang disambungkan ke jaringan kabel dengan akses Internet melalui jalur Telkom Speedy. Kamera ini sebenarnya memiliki fasilitas streaming Internet. Tetapi kami ingin menunjukkan kepada Anda bagaimana membuat sebuah “server” streaming menggunakan jenis kamera apapun, termasuk Webcam atau CCTV. Server ini nantinya bisa diakses melalui internet menggunakan browser di PC, ponsel, smartphone, atau PDA. Tentu saja koneksi Internet yang mumpuni dibutuhkan di sini. Jika ingin melihat hasil broadcast menggunakan perangakat mobile, ada baiknya Anda memilih koneksi 3G atau 3,5G.

Langkah konfigurasi

Artikel ini mengasumsikan Anda telah berhasil melakukan konfigurasi awal dari IP camera atau Webcam. Dalam hal ini kamera sudah siap atau bisa menampilkan gambar secara lokal di PC, sebut saja PC “A”. Nah, PC “A” inilah yang akan kami jadikan server streaming menggunakan aplikasi WebCam XP 5 yang bisa diunduh di www.webcamxp.com. Menariknya, aplikasi ini bisa digunakan dengan cuma-cuma untuk pemakaian perorangan (broadcast 1 kamera).

1. Sambungkan Kamera Setelah berhasil diinstal, Anda akan melihat jendela utama WebCam XP terbagi seperti gambar di bawah. Untuk menyambungkan aplikasi ke IP Camera, klik kanan di area video source WebCam XP dan pilih Network Cameras -> Connect.

2. Pilih Kamera Selanjutnya WebCam XP akan membuka jendela Wizard, pilih kamera sesuai seri dan merek yang tersedia. Kebetulan, D-Link DCS-3420 kami cocok dengan pilihan kamera Vivotek seri 2000. Anda pun bisa mencoba sendiri dari merek - merek yang tersedia, jika seri kamera yang dicari tidak tersedia dalam pilihan.

3. Masukkan Konfigurasi Jaringan Jika sudah, jendela Wizard akan melanjutkan ke langkah berikutnya, yakni konfigurasi jaringan kamera. Masukkan semua informasi dari konfigurasi jaringan kamera Anda di sini. Tentukan juga resolusi video yang akan dibroadcast dan frame rate-nya.

4. Uji Konfigurasi Untuk memastikan settingan terekam dengan benar, coba klik tombol “Test” . Jika konfigurasi dilakukan dengan benar, maka Anda akan melihat jendela di bawah ini. Selanjutnya klik Ok di jendela Wizard untuk mulai menyambugkan kamera

5. Konfigurasi Broadcast Berikutnya adalah melakukan konfigurasi untuk server broadcast kamera Anda. Untuk melakukannya klik tombol “Web/Broadcast” di jendela utama (bagian kiri) WebCam XP.

6. Matikan Layanan Broadcast Di sini kita akan mengubah IP listening dari WebCam XP agar mengarah ke alamat IP lokal PC. Sebelumnya matikan dulu layanan broadcast dengan mengklik tombol “Disable” yang ada di kanan atas layar.

7. Ubah IP Listening Kemudian barulah Anda bisa mengubah alamat IP listening sesuai keinginan. Di sini kami menggunakan alamat 192.168.0.2 dan port 8080.

8. Aktifkan Layanan Broadcast Setelah itu kembali aktifkan layanan broadcast dengan mengklik tombol “Activate”. Sampai sini sebenarnya IP Camera sudah bisa dilihat di browser manapun dalam jaringan LAN dengan mengetikkan alamat IP dari PC lengkap dengan port-nya (contoh: http://192.168.0.2:8080).

Jika akses lokal saja belum cukup, Anda bisa saja mempublikasikan IP Camera yang Anda miliki ke Internet. Untuk itu Anda harus melakukan konfigurasi untuk melewatkan akses dengan menggunakan fasilitas port forwarding yang ada di router atau modem ADSL. Untuk melakukan hal ini sesuai dengan merek dan seri router yang Anda miliki, silahkan kunjungi http://portforward.com/routers.htm.

sumber : warnadunia.com

Senam Otak Buat Anak

Pertumbuhan otak anak biasa dimulai sejak masih dalam kandungan dan berkembang setelah lahir hingga usia 3-5 tahun. Asupan makanan bergizi memang sangat penting tetapi diimbangi dengan melakukan senam otak (brain gym).

Otak adalah pusat segala pikiran dan bila sehat maka segala aktivas dapat berjalan dengan baik. Nutrisi yang baik dan segala aktivitas yang tepat dapat menunjang kesehatan, keseimbangan serta mengaktifkan bagian yang ada pada otak. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah senam otak.

Senam ini merupakan serangkaian gerak sederhana yang memudahkan kegiatan belajar dan menyesuaikan dengan tuntutan hidup sehari-hari. Senam otak adalah inti dari pendidikan kinesiotogi, yang mengacu pada menarik keluar potensi terpendam melalui gerakan tubuh.



Dengan senam, bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup akan terbuka dan menandakan bahwa kegiatan belajar berlangsung dengan menggunakan seluruh otak. Senam ini dapat dilakukan oleh segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Untuk melakukan senam ini anak harus dibantu oleh orang tuanya setelah usia 3 tahun, mereka bisa melakukan sendiri.

Tanpa disadari bayi bisa melakukan gerakan senam otak seperti merangkak. Sebelum merangkak menggunakan kaki dan lutut, anak mencoba bergerak maju dengan bantuan perutnya baru mulai menggunakan lututnya. Awalnya gerakan lutut dan tangan tidak terkoordinasi tetapi kemudian bergerak sesuai dengan koordinasi tangan kanan dan kiri.

Dengan merangkak maka otak bayi akan terstimulasi. Selain itu dengan bertepuk tangan, menyanyi, dan menari juga menjadi bagian dari senam otak. Saat anak bertepuk tangan maka energi akan mengalir pada masing-masing ujung jarinya dan berjalan hingga ke otak.

Intinya memang bergerak karena merupakan kunci untuk belajar dan penting bagi perkembangan otak bayi. Menurut New Beginning Journal 2001, gerakan yang menggunakan seluruh tubuh serta perasaan tersebut sehingga membuat bayi memprogram alat motorik; perseptual, saraf dan sel otak.

Sel otak sudah mulai terbentuk saat bayi berada dalam kandungan lalu berkembang setelah lahir dan saat bayi bergerak mengikuti pola yang secara aktual dapat membantu menghubungkan antara sel-sel saraf. Anak-anak usia sekolah juga mendapat manfaat positif dari senam otak. Kegiatan tersebut menjadi suatu pendekatan holistik yang digunakan dalam kertas untuk membantu anak-anak menambah motivasi, terutama setelah makan siang atau sebelum mengerjakan tugas khusus. Hasilnya, anak kembali berenergi dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

Bermain drum, piano, gitar, dan alat musik lainnya juga merupakan bentuk kegiatan yang dapat melatih koordinasi antara mata, telinga, dan kaki. Mengajak anak untuk berkaraoke bersama juga bisa mengaktifkan otak kanan, terutama pada jaringan sistem limbik.

Ada tiga dimensi otak, yaitu lateralitas (bagian kiri dan kanan), fokus (bagian muka dan belakang), serta pemusatan (bagian atas dan bawah). Dimensi lateralitas berfungsi untuk komunikasi dan dilakukan dengan gerakan menyeberang garis tengah. Pada dimensi ini otak kiri menjadi aktif jika sisi kanan tubuh digerakkan dan sebaliknya. Menyentuh tangan kiri ke lutut atau tumit kanan dan sebaliknya merupakan gerakan menyeberang yang bermanfaat bagi dimensi otak kiri dan kanan.

Untuk dimensi fokus yang berkaitan dengan pemahaman, gerakan yang dilakukan adalah meregangkan otot. Hal ini dilakukan untuk menunjang kesiapan menerima sesuatu baru dan mengekspresikan informasi yang sudah diketahui. Anak bisa diajari melakukan gerakan seperti kuda-kuda. Dengan kaki terbuka, kemudian arahkan kaki kanan ke kanan dengan kaki kiri lurus ke depan. Lalu tekuk lutut kanan sambil membuang napas. Ambil napas saat lutut kanan diluruskan sambil menarik pinggul ke atas dan lakukan arah sebaliknya.

Gerakan tersebut bisa dilakukan terutama pada anak yang sulit berkonsentrasi. Melalui gerakan tersebut semangat belajar akan meningkat. Dimensi pemusatan atau pengaturan bisa dilakukan dengan gerakan-gerakan untuk meningkatkan energi. Seperti memijat kedua daun telinga secara perlahan akan mengalirkan energi ke otak. Anda pun bisa melakukan pemijatan tersebut pada bayi anda agar jaringan saraf di otak aktif dan informasi dari tubuh ke otak akan berfungsi dengan baik.

Lakukan gerakan ini selama 30 detik setiap hari agar mendapat manfaat yang optimal. Beberapa literatur penelitian menunjukkan bahwa senam otak juga berguna untuk anak-anak yang mengalami disleksia maupun attention deficit hyperactive disorder (ADHD) atau gangguan hiperaktif dengan perhatian kurang.

Menurut para ahli dengan senam otak maka kemampuan akademis seperti membaca, menulis, mengeja, dan matematika akan lebih baik. Ingatan dalam otak anak juga menjadi lebih terkonsentrasi dan fokus dengan koordinasi fisik maupun keseimbangan, kemampuan berkomunikasi dan pengembangan bahasa, serta pengembangan diri.

sumber : perempuan.com

ARTI LOGO VOLVO

Tahu kah anda tentang sejarah dan arti dari Logo Volvo?

Dimulai pada bulan Agustus 1926, ketika pabrik laker/bearing swedia Svenska Kullagerfabriken – SKF – mengactivekan kembali perusahaan yg telah didirikan sejaka 1920 memprodusi mobil.
Nama VOLVO sendiri sudah diciptakan sejak oleh para petinggi SKF untuk salah satu produk bearing/mereka untuk industri otomotif.

VOLVO - simple, kelihatan gagah dan mudah untuk diucapkan


Berasal dari kata latin "VOLVERE" yg berarti "roll" atawa menggelinding, berputar. Dalam bentuk kata kerja tunggal orang pertama kata "volvere" berubah menjadi "VOLVO"
Sesuai dg kegiatan SKF yg memproduksi barang berputar "bearing/lakhër"

Pada waktu yg sama ketika VOLVO diaktifkan kembali, symbol "besi" pada jaman kuno dipakai sebagai symbol.
Lingkaran dg panah menunjuk keatas pada sisi kanan adalah ideogram yg umum digunakan di negeri barat sebagai simbol planet Mars di jaman Romawi, sekaligus sebagai dewa perang mereka.

Symbol Dewa Perang Romawi.
Image

Symbol Volvo pada awal berdiri
Image

Symbol besi mobil berarti mempresentasikan tradisi terhormat Swedia di bidang industry besi serta sebagai symbol kekuatan dg tidak meninggalkan keamanan (safety).

Pada perkembangannya symbol besi Volvo dilengkapi dg garis diagonal didepan radiator mobil serta bertebaran dimana mana termasuk di steering wheel (sopiran) dan as roda

semenjak th.1999 Volvo Car Company (divisi mobil) dijual oleh pemiliknya yaitu AB VOLVO ke Ford Motor Company, namun symbol volvo tetap milik AB volvo yg memproduksi comercial vehicle sampai sekarang.

Symbol / Logo VOLVO Sekarang
Image

History of the Volvo Car

Volvo, Latin for "I roll", was born on April 14th, 1927 when the first car "Jakob" left the factory in Gothenburg, Sweden.

Founded by Assar Gabrielsson and Gustaf Larsson, the company was formed on a background of quality and safety which were both of paramount importance, a concept that still applies to the Volvo cars of today.

The fledgling company produced both closed top and cabriolet models of their new four-cylinder OV4 and PV4 models, which were constructed to better withstand the harsh Swedish climate, than contemporary US imports. Both carried the Swedish symbol for iron attached to a diagonal piece if metal on the front grille – another aspect of Volvo’s heritage that can still be seen on today’s models.


In 1929 a six-cylinder PV651 model had been introduced which was both longer and wider than the Jakob. Its success helped the company to purchase its engine supplier and buy its first factory and by the end of 1931 return it’s first dividend to shareholders.

The first production milestone of 10,000 Volvo’s was reached in May 1932 and it was not long before Volvo dealers were asking the company to develop a more inexpensive car "for the people". This was the PV 51 model of 1936, similar to the more expensive PV36 in design, but smaller in size and less well equipped.

The Second World War significantly restricted Volvo’s production of cars, but by the autumn of 1944 the company had unveiled one of its most significant cars – the PV444. Volvo’s first "true" small car, its stylish design combined American flair with European size and it was an instant success. The PV444 and the PV544 would dominate Volvo production through to the mid 1960’s and be the first models to gain Volvo a slice of the important US market during the 1950’s.

Another popular model was the Volvo 120 introduced in 1956 and often called the Amazon.

Safety features and accident protection were a key factor in this cars design and this was enhanced even further in 1959 when both the Amazon and PV544 were equipped with three-point safety belts – a world first and an invention pioneered by Volvo’s head of safety engineering, Nils Bohlin.

Volvo’s first sports car was the P1800, unveiled in 1960. Considered to be an excellent touring car with it’s sleek coupe lines, the P1800 went on to find fame in "The Sain" TV series with Roger Moore behind the wheel.

By 1964 Volvo had opened a new production plant in Torslanda, Sweden capable of producing up to 200,000 cars a year and by 1966 the Volvo 140 family was introduced firstly as a saloon and later as an estate, helping to cement a family market that Volvo was rapidly claiming as its own.

Innovations in safety and environmental care continued apace with crumple zones, rear facing child seats, collapsible steering columns, side collision protection and the three-way catalytic converter with Lambdasond all being introduced on Volvo’s in the late 1960’s and early 1970’s.

The Volvo 240 range replaced the 140 with even higher levels of safety and quality and was joined by the smaller Volvo 340 models from Holland to take Volvo’s sales past the 4 million mark by the end of the 1970’s.

In turn the Volvo 700 series of 1982 took Volvo yet another step into the exclusive market for personalised high-quality cars. Later in the decade the 340 was replaced by the Volvo 400 series which won plaudits for its roadholding and safety as well as its generous amount of interior space.

A completely new and different Volvo was launched to the world in June 1991. The Volvo 850 was Volvo’s first front wheel drive executive car, with a transverse, five-cylinder engine. Its high level of safety combined with real driving pleasure won the car many independent awards.

The proposed merger with Renault fell through in its final stages in 1993 leaving Volvo as one of the few remaining independent car manufacturers. This marked a key turn in the company’s plans and paved the way for Volvo’s new dynamic product strategy with the introduction in 1996 of the sleek and more rounded designs of the Volvo S40 and V40.

They, like the Volvo C70 coupe and convertible that were introduced later that year, were cars that combined all of Volvo’s traditional values of safety, environmental care with sporty, elegant and exciting design and engineering.

With the Volvo S80 sedan of 1998 and the V70 wagon of 1999, all of this new engineering and design was brought together in a cars that both Gustaf Larson and Assar Gabrielson would have recognised as Volvo’s that represented their wishes for safe, quality products, but that can hold a fascination and desire for customers in today’s sophisticated car market.


sumber : www.volvoclub.org.uk

Flu Burung Ternyata Rekayasa Senjata Biologi AS & WHO


Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health
Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam
mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).

Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari
negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di
negara berkembang, termasuk Indonesia .



Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan
Tuhan di Balik Virus Flu Burung.

Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama
dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It's Time for the World to Change.

Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara
mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung.

"Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan
menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di
Jakarta , Kamis (21/2).

Situs berita Australia , The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan,
Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari
penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata
biologi.

Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari
petinggi WHO.

"Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul
apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga
kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat
Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.

Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing
1.000eksemplar untuk cetakan bahasa
Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku.

"Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak
cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan
kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan
penerbitan besar," katanya.

Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950,
mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.

"Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua
bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya
dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang
saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar
menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini.

Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyonoyang memintanya menarik buku dari peredaran.

"Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia , sebagian, sekitar 500
buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa
Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku
dari peredaran.

Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa
senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182
halaman itu.

Mengubah Kebijakan

Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.

Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan
WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai
selama 50 tahun.

Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di
Indonesia pada 2005.

Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak
yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.

"Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih
berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman
virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist.

The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan
lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu
burung 2005 silam.

Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru
diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung.

Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan

diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong
memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.

Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium

litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO

CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?

Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di
Vietnam . Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan
dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian
dibuat bibit virus.

Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta,
pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju,
negara kaya, yang tak terkena flu burung.

Mereka mengambilnya dari Vietnam , negara korban, kemudian menjualnya ke
seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi.

Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat
negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza
Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah
menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110
negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak.

Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi
vaksin.

Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para
ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC.

Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico ,
AS.

Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya
tak diketahui.

Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.

Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima . Lalu untuk apa data itu,
untuk vaksin atau senjata kimia?

Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA
virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu.

Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data
itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos ,
memujinya.

Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi
transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC
agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia , yang konon telah ditempatkan di
Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.

Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran
virus yang adil,

transparan, dan setara.

Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus
yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik
dan membahayakan dunia.

Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap
menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan
Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di
akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui
dan GISN dihapuskan.

sumber: Bukunya Menkes Fadilah Bikin Gerah AS-WHO


Powered by Blogger